Doa-doa
Puja Tri Sandhya
Tri Sandhya kalau dilihat dari segi kata terdiri dari dua kata yaitu kata Tri dan kata Sandhya. Tri artinya tiga dan Sandhya atau Sandhi artinya hubungan. Jadi kata Tri Sandhya artinya tiga kali berhubungan dengan Sang Hyang Widhi Wasa dalam satu hari.
Jadi, Tri Sandhya dapat dimaknai sebagai sebuah proses penyucian diri untuk menghilangkan sifat-sifat negatif yang disebabkan oleh pengaruh “guna” dan me-ningkatkan sifat-sifat positif (Sattwam) dalam diri manusia. Dengan demikian akan tercipta kehidupan yang lebih baik, tercipta keharmonisan dan keseimbangan baik dengan sesama makhluk maupun dengan alam semesta.
Sebagai manusia yang mampu berpikir, dapat memaknai mengapa Tri Sandhya kita lakukan setiap hari. Karena dengan mengetahui makna Tri Sandhya yang baik dan benar disertai keyakinan dan keiklasan, maka kita bisa menjadi manusia yang mampu menolong diri sendiri dari keadaan sengsara akibat sifat-sifat negatif “guna”.
Mantram pada umumnya memakai lagu dan irama, sehingga mantram juga disebut “Stotra”. Dalam sekian banyak mantram contohnya puja Tri Sandhya bahwa mantram adalah sebagai sarana persembahyangan yang berwujud bukan benda (nonmaterial) yang harus diucapkan dengan penuh keyakinan, (Duwijo dan Darta, 2014:3)
Gayatri Mantram
Sudah banyak diantara umat Hindu yang mengenal dan hapal mantra Gayatri, namun belum semua diantara yang hapal dan mengenal mantra Gayatri mengetahui apa saja kegunaan dari mantra yang sangat universal ini dan dianggap sebagai ibunya mantra.
Untuk itu saya mencoba menyampaikan sedikit pengalaman mempergunakan mantra Gayatri dalam kehidupan sehari-hari dan dampak sampingan bagi kita untuk meningkatkan tingkat spiritual masing-masing. Sebelumnya, perlu diketahui yang lebih penting dari pada itu adalah pemahaman tentang keberadaan diri kita sendiri yaitu bahwa kita lahir ke dunia bukanlah seorang diri. Secara kodrat sudah ditentukan bahwa manusia itu lahir ke dunia bersama dengan delapan saudara kembarnya sehingga menjadi sembilan dengan dirinya. Empat berada di luar diri manusia dan lima berada di dalam diri manusia yang dikenal dengan sebutan “sedulur papat kelima pancer”. Sedulur papat kelima pancer ini adalah merupakan kunci utama dari berhasil atau tidaknya seseorang mengarungi kehidupan di dunia ini dan di dunia kelanggengan. Ketika kita mau makan, berangkat kerja, sembahyang dan sebagainya kita harus mengajak mereka bersama-sama, agar kita dijaga dari hal-hal yang tidak kita inginkan.
MANTRA GAYATRI- OM BHUR BUWAH SWAH ,TAT SAWITUR WARENYAM, BHARGO DEWASYA DHIMAHI, DHIYO YO NAH PRACODAYAT.
Dengan mengucapkan mantra Gayatri secara berulang-ulang minimal 108 kali sesering mungkin untuk mengagungkan, menyembah Dia, maka kita akan memperoleh ketenangan jiwa dan pikiran, caranya :
Ucapkan pertama Om Awignham Astu Namo Siddham sebelum kita memulai . Selanjutnya ajak saudara kita(nyama papat) untuk sembahyang : Sedulurku papat kelima pancer, kakang kawah adi ari-ari kang lahir tunggal dine, tunggal dalam kadangku, tuwo lan sinom podo, mari kita sama-sama menyembah kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ucapkan OM TAT SAT EKAM EVA ADWITYAM BRAHMAN, selanjutnya japa gayatri dengan khusuk( minimal 108 kali.)
Gayatri Mantram adalah sebuah mantra yang khadamnya adalah kekuatan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sangat tergantung dari tingkat kesucian pikiran dan hati dari yang mengucapkannya. Walaupun sepuluh orang sama-sama mengucapkan mantra Gayatri, tapi hasil tidak akan sama tergantung kesucian hati dan pikiran masing-masing. Namun demikian, dengan lebih sering berjapa Gayatri Mantram kita akan sedikit demi sedikit dapat mencapai kesucian itu. Teruslah berjapa dan jangan pernah bosan. Lambat tapi pasti, ketenangan jiwa akan mulai terasa. Sabar, sabar, dan sabar, karena sabar itulah kunci dari kesuksesan kita.
sumber : https://desasedang.badungkab.go.id/
Doa dan Kidung Pitra Yajna
Download Buku Doa dan Kidung Pitra Yajna terbitan Dinas Pembinaan Mental Angkatan Darat Tahun 2013.